Kecelakaan Beruntun Tol Semarang-Solo Boyolali

Kecelakaan Beruntun Tol Semarang-Solo Boyolali

Portal Batang –  Suasana haru terasa di kamar jenazah RS Pandan Arang, Boyolali, Jumat (14/4) malam. Perangkat desa dan keluarga korban meninggal dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Semarang-Solo KM 487 A+600 Boyolali menunggu di luar. Enam mobil jenazah berjajar menunggu keberangkatan. Ada enam rombongan jenazah dari Nganjuk yang dipulangkan saat Isya. Dilanjutkan pemulasara satu jenazah asal Grobogan dan satu jenazah asal Tegal.

Kecelakaan maut di tol Semarang-Solo, Boyolali pada pagi tadi menewaskan delapan orang. Enam orang di antaranya merupakan rombongan keluarga besar asal Kecamatan Baron, Nganjuk. Rombongan yang berisi 11 anggota keluarga ini berisi enam orang dewasa dan lima anak hingga remaja.

Tak ada yang menyangka, rombongan yang hendak pulang pasca berziarah kubur di Purbalingga justru mengalami nasib naas. Minibus travel jenis Elf dihantam truk trailer muatan besi yang hilang kendali. Tragedi ini menewaskan enam penumpang minibus.

Kecelakaan Beruntun Tol Semarang-Solo Boyolali

Enam korban meninggal asal Nganjuk, yakni Suparti, Sri Damayanti, Yaudi, Chayatin, Binti Suciatin dan Agus Kusnudin. Kemudian dua korban meninggal lainnya  adalah Iswanto asal Tegal dan Heri Kusmiran asal Grobogan. Merupakan sopir truk trailer muatan besi dan kenek truk boks ekspedisi.

Kades Jekek, Kecamatan Baron, Nganjuk, Muhammad Johanudin yang turut menjemput korban di RS Pandan Arang tampak berlinang air mata. Dia mengamini dari enam jenazah yang akan dibawa pulang, lima di antaranya merupakan warga Desa Jekek. Mereka merupakan keluarga besar yang pergi ke Purbalingga untuk berziarah ke makam keluarga. Mereka berangkat ke Purbalingga pada Kamis (13/4). Selepas itu, rombongan keluarga besar ini hendak pulang kembali ke Nganjuk.

“Kami berterima kasih pada bupati Boyolali dan Nganjuk karena pemulangan jenazah ini gratis. Karena jenazah yang dipulangkan ini warga yang tidak punya. Karena semua warga yang kecelakaan ini adalah warga yang menerima PKH,” ungkapnya.

Dia menerima kabar duka tersebut Jumat (14/4) sekira pukul 04.00. Ada 10 orang penumpang dan satu sopir minibus. Terdiri dari lima anak-anak dan enam orang dewasa. Dia membenarkan, semua penumpang anak dalam keadaan selamat. Sedangkan enam orang dewasa meninggal dunia. Di antaranya merupakan pasangan suami-istri atas nama Chayatin dan Yaudi. Sedangkan satu anaknya, Melissa Bella selamat.

“Anaknya ada sekitar lima anak, tiga dirawat di RS Indriati dan dua di RS Pandan Arang. Yang meninggal orang tua-orang tua ada enam. Itu nanti langsung. Kita nanti setelah sampai ke Nganjuk, langsung menuju ke masjid desa kami dan disalatkan di masjid, dan langsung dimakamkan di desa kami. Liang lahat sudah siap semua, nanti bersebelahan,” paparnya.

Kepala Ruang Jenazah RS Pandan Arang, Boyolali Kota, Suranto mengamini enam jenazah asal Nganjuk baru selesai dipulasara pada Jumat petang. Rombongan keluarga ini lantas diberangkatkan ke rumah duka di Nganjuk pada pukul 19.00. Pihaknya lantas break untuk buka puasa dan salat Magrib. Setelahnya dilanjutkan pemulasaran jenazah dari Tegal dan Grobongan.

“Ini enam jenazah di Nganjuk sudah selesai pemulasara, sudah dipulangkan ke rumah duka masing-masing. Satu ambulans berisi satu jenazah. Jenazah dari Nganjuk sudah klir semua,” jelasnya.

Ada delapan ambulans yang dipersiapkan. Untuk rombongan jenazah asal Nganjuk langsung dipulangkan saat Isya. Diperkirakan jenazah tiba di rumah duka 2 -2,5 jam lagi. Pemulangan rombongan jenazah akan dikomunikasikan dengan pihak pengelola jalan tol dan pihak kepolisian tekait pengawalannya.

Selain itu, untuk korban anak Melissa yang selamat, saat ini masih dalam perawatan. Kondisinya sudah baik dan bisa diajak komunikasi. Anak tersebut kemungkinan bisa segera dipulangkan. Namun, dia harus kehilangan kedua orang tuanya yang menjadi korban meninggal.

“Kita nunggu dari pihak lurahnya (Kades Jekek,Red), kan sudah sampai di sini. Karena sampai saat ini belum dikasih tahu kalau orang tuanya meninggal. Perwakilan dari Nganjuk yang menjemput enam jenazah itu dari lurahnya. Sedangkan korban luka ringan yang masih dirawat ada lima orang. Mereka dalam kondisi baik dan sudah bisa diajak komunikasi,” terang Suranto.

Diektahui, korban meninggal dunia rata-rata mengalami luka parah di kepala, tangan dan kaki. Suranto mengatakan, untuk pemulasaran dua jenazah lain diselesaikan malam ini. Untuk jenazah asal Grobogan atas nama Heri Kusmiran sudah selesai dan dipulangkan sekira pukul 19.20. Sedangkan jenazah asal Tegal, Iswanto masih dipulasara. Begitu selesai pengurusan administrasi, jenazah langsung dipulangkan. 

Lihat Juga Berita Gempa Terkini Tuban

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *